Sistem pengelolaan dan pengolahan sampah yang belum optimal
Informalitas pemulung
Ekosistem usaha sampah yang tidak kondusif bagi kelangsungan hidup pemulung
Gunungan sampah semakin tinggi
Pencemaran
Kemitraan dengan swasta yang tidak berkelanjutan
Tidak berjalannya TPS3R yang difasilitasi oleh Pemkot Bekasi
Memengaruhi keselamatan kerja/rawan kecelakaan
Nonanggota IPI tidak terjamin BPJS TK dari UPST
Pencemaran Air
Pencemaran Udara
Air tanah tidak bisa digunakan untuk mencuci dan memasak
Kebutuhan tambahan membeli air minum kemasan
Timbulnya bau, terutama saat musim hujan
Tidak menyerap tenaga kerja lokal
Tidak lagi menyerap TK lokal
Tidak ada skema kemitraan dengan pekerja informal/pemulung
Tidak adanya pendataan pemulung yang terorganisir dengan baik
Permasalahan administrasi kependudukan
Rendahnya pengetahuan dan skill
Sulitnya menargetkan pemulung sebagai penerima bantuan/program pemerintah
Tidak memiliki KTP Bekasi
Tidak bisa mendaftarkan anak ke sekolah negeri/zonasi
Kesulitan mengurus BPJS ketika berobat
Harus membayar ketika berobat
Kesulitan bekerja di sektor formal
Munculnya tindak kriminal pencurian
Berkurangnya sampah berkualitas di gunungan
Adanya sampah impor oleh perusahaan
Harga sampah turun
Membutuhkan waktu lebih lama untuk memilih sampah
Perusahaan memberikan harga rendah kepada pengepul
Pengepul memberikan harga rendah kepada pemulung
Tidak bisa memenuhi kebutuhan
Masih ada yang terpaksa mengkonsumsi sampah
Tinggal di lingkungan yang sarprasnya tidak layak
Tidak mendapatkan Bandek
Terjerat 'Bank Emok'
Tidak bisa mengupayakan penghidupan yang lebih baik hingga akhirnya mereka tetap menjadi pemulung
Munculnya masalah kesehatan
Anak pemulung harus putus sekolah
Memengaruhi penurunan pendapatan